AC Milan meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Pisa SC dalam lanjutan Serie A Liga Italia berkat gol telat Luka Modric. Gelandang veteran Kroasia itu tidak hanya mencetak gol penentu, tetapi juga menunjukkan kualitas kepemimpinan yang tinggi di ruang ganti.
Pelatih Massimiliano Allegri memuji karakter dan kerendahan hati Modric. Menurutnya, semua pemain muda Milan harus belajar dari mental juara sang gelandang, yang tetap fokus hingga detik terakhir pertandingan.
Selain golnya, Modric dinobatkan sebagai Man of the Match Serie A dan menjadi pemain ketiga tertua yang mencetak gol di liga tersebut pada usia 40 tahun 157 hari. Prestasi ini menegaskan perannya yang tak tergantikan dalam tim.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tantangan dan Pola Berulang Milan
Pertandingan melawan Pisa terasa penuh tekanan bagi AC Milan. Setelah unggul lebih dulu lewat sundulan Ruben Loftus-Cheek, tim sempat lengah sehingga Pisa mampu menyamakan skor melalui Felipe Loyola.
Niclas Fullkrug bahkan gagal memaksimalkan penalti setelah bola menghantam tiang. Allegri mengakui pertandingan tidak mudah, mengingat Pisa dikenal sebagai tim yang sulit ditembus dan mampu menyerang balik secara efektif.
Meskipun menang, Allegri menekankan timnya harus memperbaiki performa mental dan teknis. AC Milan saat ini tak terkalahkan dalam 23 pertandingan Serie A, rekor terpanjang di lima liga top Eropa, dan masih bersaing ketat dengan Inter Milan di puncak klasemen.
Baca Juga: Benjamin Sesko Tegaskan Semangat Manchester United untuk Liga Champions
Penyesuaian Taktik Setelah Gol Modric
Setelah Pisa menyamakan skor, Allegri melakukan beberapa perubahan taktikal dengan memasukkan Christian Pulisic dan Rafael Leao untuk menambah daya serang. Strategi ini terbukti efektif sebelum Modric mencetak gol kemenangan.
Fullkrug digantikan Koni De Winter untuk menjaga keseimbangan tim, terutama setelah Adrien Rabiot menerima kartu merah karena protes berlebihan. Allegri menekankan bahwa kegagalan penalti adalah hal yang wajar dan bagian dari permainan.
Dengan memasukkan Pulisic dan Leao, Allegri memiliki tiga opsi penyerang yang fleksibel, sehingga tim dapat menyesuaikan serangan sesuai situasi. Perubahan ini juga menunjukkan kedalaman skuad dan kemampuan pelatih dalam membaca permainan lawan.
Fokus pada Mentalitas dan Tiga Poin
Allegri menegaskan kemenangan ini bukan hanya soal posisi di klasemen, tetapi juga tentang mentalitas tim. Bagi pelatih Milan, tiga poin lebih penting daripada membandingkan hasil lawan, termasuk Inter Milan atau Juventus.
Dengan kemenangan ini, AC Milan mengumpulkan 53 poin dan semakin dekat dengan target mereka di Serie A. Allegri percaya timnya mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim jika mentalitas seperti Modric tetap menjadi contoh bagi seluruh skuad. Mentalitas, karakter, dan pengalaman veteran seperti Modric menjadi pelajaran berharga bagi pemain muda Milan.
Allegri berharap seluruh tim meniru sikap profesional dan fokus sang gelandang untuk meraih kesuksesan jangka panjang. Dapatkan berita sepak bola terbaru setiap hari, mulai dari skor langsung, analisis pertandingan, kabar transfer, dan prediksi akurat yang bisa kalian ikuti secara lengkap dan eksklusif hanya di football-stat.com.
