Presiden Dinamo Zagreb, Zvonimir Boban, sangat ingin melihat Luka Modric kembali ke klub asalnya setelah Piala Dunia. Modric, yang kini berusia 40 tahun, sebelumnya pernah bermain di Real Madrid selama 13 musim sebelum bergabung dengan AC Milan pada musim panas lalu.

Dinamo Zagreb melihat kesempatan untuk memanfaatkan hubungan pribadi Boban dengan Modric. Boban, yang juga merupakan idola Modric saat gelandang Kroasia itu masih muda, diyakini memiliki pengaruh besar untuk meyakinkan sang pemain agar kembali ke klub asalnya. Rencana ini menandai ambisi Dinamo untuk menghadirkan bintang Kroasia itu sebagai simbol dan pemimpin di lapangan.
Meski demikian, keputusan Modric masih menjadi misteri. Pemain veteran tersebut harus mempertimbangkan apakah ia ingin melanjutkan kariernya di Milan, kembali ke Dinamo, atau bahkan memilih pensiun setelah turnamen Piala Dunia mendatang.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Situasi Kontrak Modric di AC Milan
AC Milan sendiri tengah menilai masa depan Modric. Klub memiliki opsi perpanjangan kontrak 12 bulan, namun hanya akan diaktifkan jika Modric benar-benar ingin tetap tinggal. Media Italia, termasuk Il Gazzetta dello Sport, melaporkan bahwa masa depan pemain Kroasia ini masih belum pasti dan menjadi perhatian banyak pihak.
Modric dianggap sebagai aset penting bagi Milan, terutama karena pengalamannya yang luas di level top Eropa. Kehadirannya memberi kontribusi tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam membimbing pemain muda di klub. Namun faktor usia dan kondisi fisik menjadi pertimbangan utama sebelum klub memutuskan perpanjangan kontrak.
Dengan demikian, Milan berada di posisi menunggu keputusan sang gelandang, sambil tetap menyiapkan opsi jika Modric memilih untuk tidak melanjutkan karier di Serie A.
Baca Juga: Del Piero Kritik Sikap Chivu Usai Kartu Merah Kalulu
Hubungan Modric dan Boban

Boban memiliki hubungan istimewa dengan Modric sejak sang gelandang masih muda. Modric pernah mengungkapkan bahwa ia mendukung AC Milan karena Boban menjadi salah satu inspirasinya. Hal ini menjadi modal penting bagi Dinamo Zagreb untuk membujuk Modric kembali ke klub asalnya, baik sebagai pemain maupun sebagai ikon klub.
Koneksi personal ini dianggap dapat menjadi faktor penentu dalam keputusan Modric. Boban, yang juga legenda sepak bola Kroasia, diyakini memiliki kemampuan untuk meyakinkan sang gelandang agar mengakhiri kariernya di tanah kelahiran. Lalu juga akan memberi kontribusi langsung bagi perkembangan sepak bola lokal.
Namun, Modric tetap memiliki pilihan lain, termasuk melanjutkan musim terakhirnya bersama AC Milan atau pensiun secara elegan setelah Piala Dunia.
Pilihan Masa Depan Modric
Modric kini menghadapi keputusan penting di usia 40 tahun. Ia harus menimbang antara loyalitas kepada Milan, kesempatan kembali ke klub asal Dinamo Zagreb, atau mengakhiri kariernya dengan penuh prestise. Piala Dunia akan menjadi momentum terakhir untuk menilai kondisi fisik dan ambisinya.
Sementara Dinamo Zagreb siap menampungnya dengan peran sentral, Milan berharap Modric tetap memberikan pengalaman dan kualitasnya di lapangan. Keputusan akhir sang gelandang akan menentukan arah karier terakhirnya dan memberi dampak besar bagi kedua klub.
Keputusan Modric akan menjadi sorotan besar, baik bagi sepak bola Italia maupun Kroasia, karena menyangkut legenda yang masih memiliki pengaruh signifikan meski telah menapaki usia veteran. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di football-stat.com.
