Real Madrid datang ke markas Benfica dengan ambisi mengamankan posisi aman di fase liga Liga Champions 2025/2026. Namun, atmosfer Estadio da Luz justru menjadi saksi malam yang penuh kekacauan bagi Los Blancos.

Sejak menit awal, laga berjalan terbuka dengan tempo tinggi dan duel keras di berbagai lini. Benfica tampil tanpa rasa takut menghadapi raksasa Spanyol tersebut. Tekanan intens dari tuan rumah membuat lini belakang Madrid harus bekerja ekstra. Thibaut Courtois beberapa kali dipaksa melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap aman.
Meski demikian, Real Madrid sempat menunjukkan kelasnya lewat ketajaman Kylian Mbappe. Dua gol sang bintang Prancis sempat memberi harapan, namun situasi pertandingan perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang sulit dikendalikan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Keunggulan Madrid yang Tak Bertahan Lama
Real Madrid membuka skor lebih dulu melalui sundulan Mbappe setelah menerima umpan matang dari Raul Asencio. Gol tersebut sempat meredam semangat publik tuan rumah dan membuat Madrid terlihat lebih percaya diri menguasai permainan.
Namun, Benfica merespons dengan sangat cepat. Andreas Schjelderup muncul sebagai pembeda dengan sundulan akurat yang menyamakan kedudukan. Gol ini kembali membangkitkan agresivitas Benfica yang terus menekan dari sisi sayap.
Tekanan tersebut membuahkan hasil jelang turun minum. Pelanggaran Aurelien Tchouameni di kotak penalti memberi Benfica hadiah penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Vangelis Pavlidis. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Benfica 2-1.
Baca Juga: Liverpool Taklukkan Hati Fans Meski Imbang Lawan Burnley
Schjelderup Mengamuk dan Madrid Terdesak

Memasuki babak kedua, Benfica tidak menurunkan intensitas permainan. Schjelderup kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Madrid lewat pergerakan cepat dan dribel tajam yang sulit dihentikan.
Gol ketiga Benfica lahir dari aksi individu Schjelderup yang melewati penjagaan Asencio sebelum melepaskan tembakan ke tiang dekat. Gol ini membuat Madrid semakin tertekan dan kehilangan kendali permainan.
Meski Mbappe kembali mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan, Real Madrid gagal memanfaatkan momentum. Serangan balik Benfica terus merepotkan dan membuat Courtois harus tampil heroik untuk mencegah skor semakin melebar.
Kartu Merah dan Gol Kiper Menjadi Penutup Drama
Situasi berubah drastis di menit-menit akhir pertandingan. Real Madrid mulai kehilangan fokus dan emosi, yang berujung pada kartu merah Raul Asencio setelah menerima kartu kuning kedua di masa tambahan waktu. Belum cukup sampai di situ, Rodrygo juga diusir wasit akibat protes berlebihan.
Bermain dengan sembilan pemain membuat Madrid sepenuhnya runtuh di hadapan tekanan Benfica. Puncak drama terjadi ketika kiper Anatoliy Trubin maju saat situasi bola mati dan mencetak gol sundulan di menit ke-90+8.
Gol sensasional tersebut memastikan kemenangan 4-2 Benfica sekaligus menghancurkan harapan Real Madrid untuk finis di delapan besar dan memaksa mereka menempuh jalur play-off. Simak dan ikuti terus informasi sepak bola terbaru secara lengkap hanya di football-stat.com.
