Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui bahwa rasanya “agak aneh” jika kembali menghadapi Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. City tergabung dalam undian melawan raksasa Spanyol tersebut, menjadikan ini pertemuan ke-13 antara kedua klub sejak Guardiola memimpin pada 2016. Pertemuan ini juga terjadi hanya sekitar dua bulan setelah laga terakhir mereka di fase grup musim ini.

Guardiola menekankan bahwa dalam format babak penyisihan grup sebelumnya, tim seperti City dan Madrid biasanya akan dipisahkan hingga minimal perempat final. Kini, sistem undian membuat tim besar dapat bertemu lebih awal, termasuk pertandingan ulang dari fase grup atau play-off. Hal ini membuat suasana pertandingan terasa berbeda dan sedikit “aneh” bagi pelatih asal Spanyol itu.
Meskipun begitu, Guardiola menunjukkan sikap profesional dan menerima undian tersebut. Ia menekankan bahwa fokus tetap pada performa tim dan strategi menghadapi Real Madrid, tanpa terlalu memikirkan keanehan format undian yang ada.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Adaptasi Terhadap Format Liga Champions
Guardiola mengakui bahwa format kompetisi ini menuntut adaptasi dari semua tim. “Ketika saya memulai, ada delapan, sembilan, atau 10 tim di Liga Champions. Ini soal beradaptasi,” katanya. Ia menekankan bahwa tim perlu siap menghadapi siapa pun, kapan pun, termasuk pertandingan ulang melawan tim yang sudah dihadapi sebelumnya.
Ia membandingkan situasi ini dengan jadwal padat Liga Premier dan kompetisi piala domestik, di mana tim bisa bertemu beberapa kali dalam satu musim. Contohnya, City kerap menghadapi Newcastle beberapa kali dalam satu musim, atau tim-tim lain yang sama-sama sulit ditaklukkan.
Guardiola menegaskan bahwa pengalaman menghadapi tim besar berulang kali justru menjadi pelajaran berharga bagi timnya. Adaptasi terhadap lawan yang sama dan format kompetisi yang berubah menjadi kunci strategi Manchester City.
Tantangan Babak 16 Besar

Jika berhasil lolos dari Madrid, City kemungkinan akan menghadapi Bayern Munich atau Atalanta di babak selanjutnya. Di semifinal, mereka bahkan bisa bertemu juara bertahan Paris Saint-Germain. Guardiola menekankan bahwa semua lawan di Liga Champions sulit dan tidak ada tim yang bisa diremehkan.
Menurutnya, undian ini tidak membuat bagian jalur City lebih berat dibanding tim lain. “Liga Champions sangat sulit. Saya tidak mengatakan Madrid tidak sulit, semua orang tahu itu, tetapi tim-tim lain juga memiliki triknya,” ujar Guardiola. Ia menekankan pentingnya fokus pada performa tim sendiri tanpa membandingkan kesulitan dengan tim lain.
Guardiola menegaskan bahwa untuk lolos ke babak berikutnya, tim harus bisa mengalahkan lawan terbaik. Kemenangan melawan tim besar menjadi ukuran kemampuan dan pantasnya tim melanjutkan perjalanan di Liga Champions.
Sikap Profesional Guardiola
Guardiola menutup dengan menekankan profesionalisme dalam menghadapi undian dan tantangan yang ada. Baginya, fokus utama tetap pada persiapan tim, taktik, dan mental pemain menghadapi lawan. Menghadapi Real Madrid memang menantang, tetapi tim harus siap dan beradaptasi dengan format kompetisi yang ada.
Ia menunjukkan sikap realistis dan optimis, menekankan bahwa hasil imbang atau menang adalah konsekuensi dari performa tim. Setiap pertandingan di Liga Champions menuntut kemenangan melawan tim terbaik, dan itulah fokus Guardiola untuk Manchester City.
Dengan pendekatan ini, City berharap bisa mengatasi Real Madrid dan melangkah lebih jauh dalam kompetisi elit Eropa, meski undian awal terasa agak aneh bagi semua pihak. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di football-stat.com.
